perbankan

Persepsi Risiko Turun, BI Catat Modal Asing Masuk Rp130,2 Triliun

penulis: Admin | 21 June 2019 16:22 WIB
editor:


Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat. (21/6/2019)  (ANTARA/Indra Arief Pribadi)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat. (21/6/2019) (ANTARA/Indra Arief Pribadi)

Jakarta, Kejarfakta.co -- Bank Indonesia (BI) mengatakan ekspektasi risiko investasi di Indonesia yang tergambar dari "Credit Default Swap" (CDS) semakin menurun dan memicu derasnya penanaman modal asing (capital inflow) yang mencapai Rp130,24 triliun sejak awal tahun hingga, Kamis (21/6/19).

"Beberapa indikator menunjukkan perbaikan, persepsi semakin baik, terlihat dari indeks CDS yang menurun dari 101,94 menjadi 87,9. Seiring itu, 'inflow' (modal asing masuk) mencapai Rp130,24 triliun," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat.

Dari total modal masuk itu, mayoritas dana asing ditempatkan di portofolio Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp72,96 triliun, dan kemudian pasar saham Rp58,59 triliun.

"Dalam minggu-minggu terakhir memang investor asing tercatat net buy (beli bersih) antara lain karena ada lelang dari SBN," ucap Perry.

Untuk beberapa hari terakhir saja pada kurun 17-20 Juni 2019 jumlah aliran modal asing yang masuk ke SBN mencapai Rp22,66 triliun dari total investasi yang masuk Rp23,67 triliun. Sementara, sisanya sebesar Rp1,01 triliun berada di saham dan SBI.

"Untuk sahamnya (year to date) Rp58,95 triliun, sisanya yang jumlahnya kecil-kecil di Sertifikat BI (SBI)," jelas Perry.

CDS (risiko gagal bayar) merupakan parameter yang digunakan investor untuk mengukur kemampuan penerbit instrumen keuangan dalam mengembalikan investasi termasuk imbal hasilnya.

Beberapa dinamika perekonomian yang akan mempengaruhi CDS adalah pergerakan suku bunga Bank Sentral AS The Federal Reserve, ketegangan hubungan dagang AS dan China serta pengelolaan ketahanan ekonomi domestik.

Akibat derasnya modal asing yang masuk, suplai valas semakin memadai sehingga tidak menurunkan nilai tukar rupiah di pasar.

"Alhamdulillah nilai tukar stabil dan kuat, kemarin ditutup di level Rp 14.180, hari ini sempat di bawah Rp 14.100 meski sekarang sudah sedikit di atas Rp 14.100," kata Perry.

Kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp14.116 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.236 per dolar AS. (Ahsn/Ant/Eko)

Tag : #Bank Indonesia#Penanaman Modal Asing#Bank Sentral AS The Federal Reserve