pendidikan

GPPB: Pemilu Telah Selesai, Mari Kembali Bersatu

penulis: Admin | 3 May 2019 12:30 WIB
editor:


GPPB: Pemilu Telah Selesai, Mari Kembali Bersatu
GPPB: Pemilu Telah Selesai, Mari Kembali Bersatu

Jakarta, Kejarfakta.co -- Gerakan Pemuda Pembaharu Bangsa (GPPB) menggelar seminar kebangsaan di Hotel The Falatehan (Blok M), Kamis (2/5/2019). Acara yang mengangkat tema “Rekonsiliasi Kebangsaan Pasca Pilpres” ini, merupakan acara perdana yang dilakukan GPPB untuk menyadarkan pemuda atau mahasiswa agar terlibat dan ikut andil dalam pembangunan bangsa.

Dosen Filsafat UIN Jakarta sekaligus pemuisiawan, Kusen Al-Cepu mengatakan jika teater mati, semua orang akan menjadi pemain teater.

“Sutradara boleh mati, tapi aktor tidak. Kalo aktor mati, teater akan ikut mati. Kalau teater mati niscaya masyarakat akan kesepian dan akan segera menjadi gila. Dan kalau masyarakat menjadi gila, teater palsu akan merajalela. Dan akibatnya paling parah, semua warga masyarakat akan ramai-ramai main teater. Para ilmuan akan sibuk bermain teater dan lupa akan ilmunya. Akan bermunculan teater ilmu, teater pers, teater agama, teater politik dan sejumlah teater palsu lainnya,” tuturnya, yang ia kutip dari naskah drama “Ari-Ari Attawa Interogasi No. 2” karya Arifin C. Noor.

Ia pun mengkritik para pemuka agama untuk tidak memecah umat karena yang menjadi penengah ketika masyarakat gaduh adalah pemuka agama sendiri. Masalah beda pilihan itu sudah biasa, ia menghimbau untuk kembali lagi ke profesi masing-masing, urusan pemilu serahkan saja ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Yang jadi guru kembali lagi untuk mengajar, yang jadi mahasiswa kembali lagi untuk belajar, kembali ke urusan masing-masing, urusan pemilu serahkan ke KPU” tambahnya saat itu.
Tokoh Muda Nahdlatul Ulama sekaligus penulis buku Abdul Ghofur mengatakan, banyak permasalahan yang dialami bangsa Indonesia yang harus diselesaikan bersama.

“Indonesia juga masih mengalami persoalan mendasar, yakni merosotnya nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme dan semangat kemajemukan sebagai bangsa yang multikultural, fenomena maraknya kembali tradisi kekerasan dan radikalisme. Kekerasan atas nama apapun adalah perbuatan yang melanggar hukum dan nilai-nilai humanisme universal” ujarnya.

Ketua Gerakan Pemuda Pembaharu Bangsa, Abraham mengeluarkan statementnya, ia beranggapan pemilu saat ini tengah diwarnai kegaduhan antara kedua gerbong besar.
“Jika kita perhatikan, apa yang hari ini tengah dipertontonkan oleh para elite politik sangatlah tidak etis, tidak mencerminkan sosok negarawan sejati,” tuturnya. (Fh)

Tag : #Jakarta#GPPB#UIN Jakarta#Kusen Al-Cepu