news

Bappenas Terus Lakukan Literacy Review Kajian Ibu Kota Negara

penulis: Admin | 25 September 2019 21:14 WIB
editor:


Salam
Salam "L" Lampung Bermartabat, menyeruak jemari delegasi Relawan DKI Lampung saat bertemu Deputi Pengembangan Regional Kemen-PPN/Bappenas Rudy Prawiradinata, Stafsus Menteri PPN/Bappenas Imron Bulkin dan Sekretaris Tim Kajian IKN Hayu Parasati di Bappenas

Jakarta,kejarfakta.co -- Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengafirmasi jika sepanjang proses eksekusi pemindahan ibu kota negara (IKN) baru ke sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara (PPU-Kukar), Kalimantan Timur, pihaknya terus melakukan literacy review terkait program tersebut.

Sebagai kementerian pengampu, Kemen-PPN/Bappenas terus memperbarui detail kajian ilmiah IKN baru, sebelum paripurna jadi naskah akademik yang akan turut diuji publik secara luas dan terbuka kepada khalayak ramai beberapa waktu mendatang.

Diketahui, proses literacy review dimaksud mencakup banyak aspek, lintas disiplin ilmu, termasuk didalamnya referensi kisah sukses dan praktik baik (best practice) pemindahan IKN di berbagai negara di belahan dunia.

Kepada delapan delegator Tim Relawan DKI Lampung yang diundang oleh Kemen-PPN/Bappenas berdiskusi membahas IKN baru di Ruang Rapat Stafsus Menteri PPN/Kepala Bappenas, Gedung T2SA, kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019), lusa kemarin, Rudy sedikit membuka kotak pandora jibaku pemerintah dalam proses eksekusi pemindahan IKN.

Alumnus Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1981 itu bilang, kajian dan pembahasan rencana program pemindahan IKN baru sesungguhnya sama sekali bukan kebijakan yang mendadak, apalagi tergesa-gesa. Prosesnya pun sudah lama, dan penuh dengan kehati-hatian.

"Tidak mendadak atau tergesa-gesa. Ini sudah lama prosesnya. Namun memang kita sangat hati-hati, ini menyangkut lahan dan hal-hal sensitif. Tapi kita menampung semua masukan dan banyak pihak," ungkap Rudy, seperti dilaporkan oleh tim Media Center DKI Lampung Mico Periyando, salah satu peserta pertemuan terbatas itu.

Dikatakan Rudy, proses kajian pemindahan IKN baru sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Pertimbangan sensitivitas terkait persoalan lahan calon lokasi, menjadi salah satu tolok ukur pengungkapannya ke publik.

"Memang tidak secara keseluruhan dibuka ke publik," ujar pria ramah mantan Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan ini, afirmatif.

Waktu dekat, sambung dia, proses uji publik pemindahan IKN baru akan dilakukan di DPR. "Sebelumnya kita juga membahasnya di kampus-kampus, akademisi dan lainnya. Dan apapun masukannya akan kita terima dan dipertimbangkan," tutupnya, mengonfirmasi Rabu (25/9/2019), Kemen PPN/Bappenas diagendakan akan menggelar sosialisasi di hadapan Pansus Pemindahan IKN DPR RI.

Mendampingi Rudy, yang juga merangkap Penanggungjawab Tim Kajian Pemindahan IKN Baru Kemen-PPN/Bappenas ini, Stafsus Men-PPN/Bappenas Imron Bulkin (Ketua Tim Kajian IKN Kemen-PPN/Bappenas), dan sekretaris tim Hayu Parasati.

Sementara, delegasi Tim Relawan DKI Lampung dipimpin oleh ketua harian Andi Desfiandi, didampingi sekretaris harian Ary Meizari Alfian, Deputi Kesekretariatan dan Manajerial Dedi Rohman, Deputi Jaringan, Mobilisasi Surveylance Ahmad Muslimin.

Lainnya, Guru Besar Manajemen Kehutanan FP Unila Sugeng Prayitno Harianto, urban planner/Ketua PSKD UBL IB Ilham Malik, pakar mitigasi bencana/Ketua Pusat Studi Gempa Bumi-Tsunami UBL Any Nurhasanah. Serta, dari Media Center Relawan DKI Lampung diwakili Pinum Harian Pilar Mico Periyando. (red/Muzzamil)

Tag : #Jakarta#DKI Lampung#Salam L