news

Ketua Umum GP Ansor Menjadi Menag, Menggantikan Fachrul Rozi

penulis: Admin | 23 December 2020 12:45 WIB
editor:


Yaqut Cholil memberikan penjelasam di depan wartawan. (FOTO: Ist/JPNN)
Yaqut Cholil memberikan penjelasam di depan wartawan. (FOTO: Ist/JPNN)

Jakarta, KejarFakta.co - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GPA) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Agama (Menag) untuk menggantikan Fachrul Razi.

Selain itu, seperti dilansir dari JPNN.com, dia juga ingin menyampaikan tiga hal penting.

Pertama, Gus Yaqut mengatakan tak ingin agama dijadikan alat politik untuk menentang pemerintah.

"Setelah resmi menjadi Menag, yang pertama ingin saya lakukan adalah bagaimana menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi," kata Gus Yaqut di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020) usai Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet.

Ia melanjutkan, "Artinya apa? bahwa agama sebisa mungkin tidak lagi digunakan menjadi alat politik, baik untuk menentang pemerintah, merebut kekuasaan, maupun mungkin untuk tujuan-tujuan yang lain," katanya.

Gus Yaqut Cholil mengatakan, agama lebih baik dibiarkan untuk menjadi inspirasi dan biarkan agama ini membawa nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua, meski diakui tidak mudah, yaitu bagaimana bisa meningkatkan ukhuwah islamiah bangsa ini sebagai bangsa dengan mayoritas pemeluk agama Islam. "Maka, negara ini akan damai jika sesama muslim sesama umat Islam ini memiliki ukhuwah di antara mereka," ungkapnya.

Politikus PKB itu juga ingin meningkatkan ukhuwah wataniah atau persaudaraan sesama warga bangsa.

Putra dari salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Muhammad Cholil Bisri itu mengatakan, hal tersebut penting karena semua tahu bahwa Indonesia ini merdeka, lepas dari kolonial itu karena perjuangan dari semua agama, bukan hanya umat Islam, melainkan juga umat Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dan semua agama di Indonesia.

Gus Yaqut menambahkan bahwa pada waktu pergolakan mencapai kemerdekaan semua umat agama di Indonesia terlibat berjuang sehingga penting ukhuwah wataniah ini dibangkitkan kembali.

"Agar tidak ada satu kelompok pun, satu agama apa pun yang mengklaim memiliki negara ini, semua berhak memiliki negara ini," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya ukhuwah basyariah, persaudaraan atau persatuan sesama umat manusia.

"Saya sering mengutip apa yang disampaikan oleh sahabat Nabi, sahabat Ali Karramallahu Wajhah bahwa barang siapa mereka yang tidak saudara dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan ini saya kira penting untuk menjadi kesadaran bagi seluruh warga bangsa ini," jelasnya.

Jika ini dilakukan, Yaqut meyakini ke depan Indonesia ini akan jauh lebih tenteram dan pembangunan akan berjalan lebih mudah untuk diwujudkan.

Ketiga, Gus Yaqut ingin memajukan pendidikan agama.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memajukan pendidikan-pendidikan agama di lingkungan Kementerian Agama, pendidikan agama apa pun, termasuk di dalamnya pondok pesantren," kata pria yang lahir pada tanggal 4 Januari 1975 itu.

Ia ingin agar pondok pesantren didorong untuk mandiri dan pada akhirnya bisa melahirkan kader-kader terbaik bangsa dan kader-kader terbaik yang bisa memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara ini.

"Terakhir kami mohon doa restu kepada seluruh rakyat Indonesia agar amanah ini bisa saya laksanakan dengan sebaik-baiknya, untuk membawa kemajuan Bangsa," pungkasnya. (Son)

Tag : #Menteri Agama#Reshuffle#Kabinet