kriminal

Bagi Pengedar Narkoba, Tidak Segan Beri Hukuman Mati

penulis: Admin | 23 December 2020 18:08 WIB
editor:


Barang bukti Narkotika, jaringan medan, Aceh, Pekanaru, Sumbar-Jakarta-Jatim. (FOTO: Ist)
Barang bukti Narkotika, jaringan medan, Aceh, Pekanaru, Sumbar-Jakarta-Jatim. (FOTO: Ist)

Jakarta, KejarFakta.co - Bareskrim Polri meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak segan melakukan tindakan tegas dan terukur atau menghukum mati kepada seluruh pengedar narkoba di Indonesia. Hal itu disampaikan Wakabareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat saat jumpa press di gedung bareskrim Polri, Jakarta Rabu (23/12/2020).

Wahyu Hadiningrat menjelaskan, peredaran narkotika merupakan kategori kejahatan yang luar biasa. Sebab itu, kata Wahyu, diperlukan penanganan yang luar biasa dalam penegakan hukum.

"Kepada seluruh jajaran hukum, saya mengajak untuk gencar menindak dan memberi hukuman paling berat kepada para pelaku kejahatan narkotika. Bahkan tidak perlu ragu memberikan hukum mati kepada pelaku yang penuhi syarat hukuman mati," katanya.

Selain itu, Wahyu juga berharap, seluruh terpidana mati dari perkara narkotika bisa segera dieksekusi. Menurutnya, hal itu bisa menjadi efek jera bagi pihak yang mencoba mengedarkan barang haram di Indonesia.


"Dan ekseskusi mati harus cepat pelaksanaannya supaya memberikan efek jera bagi siappun yang berniat menjadi pelaku kejahatan narkotika," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wahyu berpesan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk tidak tergoda atau sekali-kali ikut "bermain" dalam peredaran narkoba.

Sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Wahyu, aparat penegak hukum yang terlibat kasus narkoba akan berikan sanksi tegas dan maksimal dalam proses penegakan hukum.

"Saya menghimbau khusus kepada jajaran aparat penegak hukum supaya tidak terlibat dalam kejahatan narkoba, dengan menjadi pemakai, informan, kurir dan backing penjahat narkoba apalagi menjadi pengedar atau bandar".

Perintah Presiden Jokowi sudah jelas bahwa kepada jajaran aparat hukum yang terlibat kejahatan narkoba akan diberi tegas dan diberi hukuman maksimal," tambah Wahyu.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Kejagung RI Darmawel Aswar menyebut, di saat Pandemi Covid-19 modus peredaran narkoba marak terjadi dengan cara pemesanan online.

"Karena pandemi Covid-19 maka modus sekarang yang beredar sekarang adalah sistem dengan online artinya dikirim barang itu kemudian di beli dan modusnya seolah-olah beli sama-sama untuk persediaan di tempat. Padahal sesungguhnya mereka berusaha untuk menumpuk," ujarnya.

Senada, Darmawel juga memastikan komitmen Kejaksaan Agung untuk menindak tegas kepada seluruh pengedar narkotika di Indonesia. Hukuman tegas akan diberikan kepada mereka yang merusak generasi bangsa.

"Terkait kasus Narkoba, yang masuk di kejaksaan rata - rata tuntutanya kalau gak seumur hidup ya, mati," jelasnya. (Hms/Son)

Tag : #Narkotika#Bareskrim Polri